Bungo, Berita24jam.com – Kasus pengeroyokan yang dilakukan beberapa security PT SKU terhadap Isran (43) warga Dusun Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh, nampaknya berbuntut panjang. Masyarakat yang tergabung dalam empat Dusun di Batang Uleh meminta aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap pelaku.
Rio Dusun Tebing Tinggi Uleh, Hamdan mengaku kecewa dengan sikap pihak management PT SKU yang dinilai tidak koperatif dalam menyelesaikan masalah pengeroyokan salah satu warga dusun Bukit Kemang yang dilakukan oleh beberapa security yang berkerja di PT SKU.
Hamdan juga meminta agar aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo bisa menangkap dan mengadili pelaku Security PT SKU yang telah menganiaya Isran dan kasus ini juga sudah dilaporkan kepolisi berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Pengaduan Nomor : STPP/551/XI/2025/SPKT/Res Bungo.
“Kami minta Aparat Penegak Hukum bisa menangkap pelaku pengeroyokan warga Dusun Rambah. Jika laporan pengeroyokan yang dilakukan oleh security PT SKU tidak ditanggapi, maka kami takut warga Batang Uleh yang terdiri dari Dusun Rambah, Tebing Tinggi Uleh, Bukit Kemang dan Renah Jelmu mengambil tindakan lebih jauh,” ujar Rio Dusun Tebing Tinggi Uleh.
Hal senada juga diungkapkan oleh A. Somad, Ketua BPD Dusun Renah Jelmu. Ketua BPD Dusun Renah Jelmu dengan tegas mengatakan bahwa saat ini amarah masyarakat masih bisa dikendalikan karena mengingat kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Hanya saja kesabaran masyarakat ada batasnya dan dirinya mengkhawatirkan adanya gerakan massa yang menuntut keadilan ke PT SKU.
“Kesabaran masyarakat ada batasnya. Kami takut jika kasus ini lambat ditanggapi dan pelaku – pelaku masih bebas berkeliaran, masyarakat akan turun menuntut keadilan dengan demo ke PT SKU,’” terang Ketua BPD Dusun Renah Jelmu.
Ketua BPD Dusun Renah Jelmu juga menyayangkan sikap pihak perusahaan yang dinilai cuek dan seakan-akan menyalahkan warga dusun Bukit Kemang yang menjadi korban pengeroyokan oleh Security PT SKU.
“Jika masalah ini tidak diselesaikan dan pelaku tidak juga ditangkap, artinya pihak perusahaan ingin mencari Masalah dan sengaja ingin bermusuhan dengan masyarakat yang empat dusun yang ada di Batang Uleh. Maka itu kami masih menunggu iktikad baik dari pihak perusahaan dan meminta pihak polisi dapat mengusut tuntas masalah ini,” harapnya pula.
Sekedar diketahui, kasus pengeroyokan ini berawal ketika Isran sedang memanen sawit miliknya, kemudian motornya mogok sehingga dirinya berhenti dan memperbaiki sepeda motor dikebun miliknya sendiri, setelah itu dirinya didatangi oleh beberapa orang security PT. SKU dan Isran langsung dipegang dan diborgol oleh salah security tersebut dan kemudian dipukuli sebanyak 2 kali dibagian wajah oleh beberapa Security dengan menggunakan tangan dan kejadian ini tepatnya hari Jum’at (15/11/2025) kemarin. (ting)






