Soal Potongan Uang Beasiswa KIP, Kampus IAI Darul Ulum Sarolangun Bantah itu Tidak Benar. Ini Penjelasan Rektor

oleh -211 Dilihat
oleh

Berita24jam.com,SAROLANGUN – Institut Agama Islam (IAI) Darul Ulum Sarolangun Diduga melakukan pemotongan uang beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa tidak mampu dan menahan Kartu ATM yang seharusnyan dipegang oleh Mahasiswa.

Informasi yang diterima media ini, pemotong itu dilakukan oleh oknum Dosen yang mengurus terkait bantuan beasiswa KIP di kampus tersebut. Setiap pencairan dana beasiswa sejumlah mahasiswa selalu dilakukan pemotongan.

Tidak hanya itu, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang seharusnya dipegang oleh mahasiswa, namun ditahan oleh pihak kampus.

“Pemotongan ini tidak jelas peruntukannya untuk apa, kita juga bingung setiap pencairan kita hanya menerima Rp400 ribu dari dana sebesar Rp6.600.000,” kata salah satu Mahasiswa IAI Darul Ulum yang namanya minta tidak disebutkan

Dijelaskannya, bahwa rincian anggaran yang diberikan kepada mahasiswa dana beasiswa KIP sebesar Rp6.600.000 itu ternyata sudah diatur oleh oknum dosen tersebut. Dengan keterangan untuk bayar UKT kuliah sebesar Rp2.500.000, bayar tabungan Rp1.500.000, bantu kawan Rp1.500.000 dan biaya administrasi Rp500.000.

“Rinciannya tidak jelas, seperti bantu kawan dan tabungan ini. Sebenarnya uang ini untuk apa. Padahal peruntukan daripada beasiswa ini jelas untuk mahasiswa tidak mampu. Kalau bantu kawan, kawan yang mana yang kami bantu. Sementara kami saja dibantu oleh Negara. Masak kami bantu kawan lagi. Jadi bingung uang ini kemana peruntukan yang sebenarnya,” ungkapnya

Lanjutnya, dirinya menilai bahwa pihak kampus telah memanifulatif terkait penggunaan uang beasiswa KIP tersebut. Lantaran peruntukan uang yang tidak jelas. Dan dirinya menduga bahwa pihak kampus telah melakukan pungli terhadap mahasiswa yang menerima bantu tersebut.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam (IAI) Darul Ulum Sarolangun, Dr. H. Mawardi, M.Pd.I membantah terkait informasi itu. Kata dia, informasi pemotongan itu sama sekali tidak benar, dana bantuan beasiswa KIP itu langsung ke rekening mahasiswa masing-masing. Bahkan tahun sebelumnya untuk kelengkapan administrasi masih menggunakan biaya dari kampus yang seharusnya itu menjadi tanggungjawab mahasiswa yg mendapatkan beasiswa.

“Terkait tuduhan bahwa kampus menahan ATM dan buku tabungan mahasiswa, itu sama sekali tidak benar sebelum buku tabungan itu keluar, berkali-kali diadakan pertemuan termasuk membahas tentang butab, ini adalah inisiatif mahasiswa itu sendiri untuk dikumpulkan ke pengelola, karena seringkali mahasiswa kita ini kalo sudah dapat bantuan lupa arah bantuan itu kemana dan sudah kejadian butab dan ATM hilang ketika itu dibutuhkan untuk laporan,” terangnya

Ia menegaskan, penggunaan dana itu juga ada juknisnya, intinya kampus berupaya untuk membantu dan memudahkan mahasiswa apapun tentang beasiswa KIP.

“Selaku rektor sangat berterimakasih kepada pengelola, karena mengelola hal seperti ini tidaklah mudah mulai dari awal sampai menerima bantuan dan menyusun laporan,” ucapnya

“Saya juga sangat menyayangkan berita yang berkembang terkait pengelolaan KIP ini, harapan saya kepada mahasiswa yang bersangkutan agar setiap sosialisasi datang, sehingga tidak ada informasi macam-macam yang muncul,” imbuhnya

Dirinya juga mengajak kepada seluruh elemen, khususnya rekan-rekan media agar mengawasi bersama kegiatan ini sehingga bisa dievaluasi menjadi lebih baik lagi pengelolaannya ke depan.

“saya ucapkan berterimakasih kepada teman teman media untuk dan agar kita awasi bersama kegiatan ini sehingga bisa dievaluasi menjadi lebih baik lagi pengelolaannya ke depan. Program beasiswa ini sangat bermanfaat untuk masyarakat yang kurang mampu, kalau bantuan ini dicabut dari kampus yang rugi bukanlah kampus, tapi tentu masyarakat yang pengen kuliah namun kurang mampulah yg dirugikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *