Tiga Alber Rusak Hutan Lindung di Batang Asai, Warga Curhat di Medsos

oleh -111 Dilihat
oleh

Sarolangun,Berita24jam.com– Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Sarolangun, seperti nya tak bisa di berantas. Pasalnya, setiap waktu terus bertambah dan menjadi persoalan baru.

Kali ini, aktivitas PETI merambah kawasan Hutan Lindung di wilayah hulu Sungai Batang Seluro, Kecamatan Batanh Asai, Kabupaten Sarolangun. Kegiatan ilegal tersebut bahkan disebut menggunakan alat berat sehingga menyebabkan kerusakan hutan yang cukup parah.

Anuar Sadar, salah satu warga Batang Asai mengatakan, kerusakan Hutan Lindung di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, dampak dari aktivitas PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam masa depan generasi mendatang.

“Yang jelas hutan di hulu Sungai Batang Seluro sudah hancur oleh aktivitas PETI. Dan sepengetahuan kami, ada tiga Alat Berat (Alber) jenis Ekskavator yang sedang bekerja disana. Tentu kegiatan ini akan merusak hutan kami,” ujarnya.

Dikatakannya, di Kabupaten Sarolangun masih terdapat kawasan hutan yang tetap dijaga oleh masyarakat, yakni hutan di Desa Raden Anom, Dusun Muara Seluro.
Namun demikian, luas pasti kerusakan hutan akibat aktivitas PETI tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.

“Kami juga berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat segera melakukan penertiban secara serius, bahkan bila perlu melalui razia besar-besaran untuk memberantas aktivitas PETI yang merusak lingkungan. Karna, sudah banyak hutan yang rusak akibat PETI,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *