Bungo,Berita24jam.com – Aktifitas Penambahan Emas Tanpa Izin (PETI) diwilayah Kecematan Pelapat nampaknya semakin menggila dan lebih parahnya sampai ada yang merusak fasilitas – fasilitas umum.
Fasilitas umum yang menjadi korban dari pelaku PETI seperti yang terjadi diwilayah Dusun Baru Pelepat Kecamatan Pelepat. Fasilitas umum seperti Jembatan Gantung saat ini nyaris roboh yang mana rusaknya jembatan diduga akibat mobilisasi dari Alat Berat yang mencari butiran emas.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dilapangan, alat berat dengan merek Zoomlion ZE 215 berwarna hijau abu – abu diduga sebagai penyebab rusaknya jembatan gantung yang ada di Dusun Baru Pelapat.
“Pelaku PETI nampaknya main gas full saja bang dan nampaknya tidak peduli dengan fasilitas umum, salah satunya jembatan gantung di Dusun Baru kena dampak PETI,” terang salah satu warga inisial RK.
Dampak buruk yang disebabkan oleh aktifitas – aktifitas PETI selain merusak lingkungan dan sungai, dirinya meminta agar pemerintah dusun, pihak kecamatan ataupun Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bisa mengambil langkah tegas agar jangan sampai jembatan gantung yang ada semakin rusak akibat alat – alat berat PETI.
Ketika ditanya berapa banyak alat berat yang ada diwilayah Dusun Baru Pelepat dan khususnya diwilayah sekitar Jembatan Gantung, menurutnya alat berat Yang ada diwilayah dusun Baru Pelapat cukup banyak namun yang disekitar jembatan gantung hanya ada beberapa unit.
“Jangan sampai jembatan gantung rusak parah nantinya, maka itu kami berharap ada tindakan tegas untuk menyelamatkan fasilitas umum ini dan siapa yang menyebabkan rusak harus diminta tanggungjawabnya,” paparnya pula.
Ketika ditanya apakah dirinya mengetahui milik siapa alat berat merek Zoomlion ZE215 yang ada disekitar jembatan gantung dan yang diduga merusak jembatan gantung, dirinya mengaku tidak tahu milik siapa alat berat tersebut.
Disisi lain, keberadaan alat berat Zoomlion ZE215 yang ada disekitar Jembatan Gantung menurut sumber lain menyebutkan bahwa alat tersebut diduga milik salah satu oknum Kepala Dusun (Kadus) yang menjabat di dusun Baru Pelapat yang berinisial AS.
Sementara itu, Datuk Rio Dusun Baru Pelapat ketika dihuhungi awak media terkait kabar adanya kerusakan jembatan gantung yang diduga akibat aktifitas PETI, belum bisa memberikan tanggapan sampai berita ini diterbitkan. (tim)







