Bungo, Berita24jam.com – Penambangan ilegal yang ada di Kabupaten Bungo khususnya diwiakyah Kecamatan Pelepat, nampaknya semakin dilirik oleh pengusaha – pengusaha alat berat. Pasalnya banyak pengusaha alat berat yang bebas dan berani merentalkan alat berat mereka kepada pelaku – pelaku ilegal untuk digunakan bermain PETI.
Informasi yang berhasil dihimpun awak media, salah satu pengusaha alat berat yang bernama Harianto diduga telah merentalkan alat berat miliknya kepada pelaku ilegal yang bermain PETI di area Senamat, Dusun Baru Pelapat dan Batu Kerbau.
Kepada wartawan, salah satu narasumber yang meminta namanya tidak disebutkan dalam berita ini menyebutkan bahwa alat – alat berat yang disinyalir milik Harianto sudah lama digunakan untuk bermain PETI. Ironisnya salah satu alat berat itu ada yang bekerja di Hutan Lindung yang lokasinya cukup jauh dari Dusun Batu Kerbau.
“Belum pernah tersentuh hukum baik perental atau pemilik alat berat yang bermain PETI. Kami mohon Kapolres Bungo bisa menangkap pemilik alat itu (Harianto,red) yang selalu bebas dan tidak tersentuh hukum merentalkan alat berat untuk aktifitas PETI,” paparnya.
Ketika ditanya siapakah perental yang menggunakan alat berat diduga milik Harianto untuk bermain PETI, narasumber mengatakan bahwa salah satu perental adalah warga Senamat dan dirinya merental alat Zoomlion.
“Salah satu perentalnya adalah Harianto adalah anaknya Puruk yang punyo loading dekat pom bensin Senamat. Merek alatnyo Zoomlion,” terangnya lagi.
Berdasarkan investigasi dilapangan, dugaan Harianto yang membuka jalan atau memfasilitasi pemain ilegal dengan merentalkan alat berat miliknya untuk bermain PETI, ternyata bukan isapan jempol belaka.
Pengusaha alat berat yang berkantor di dekat Arena MTQ Lama atau tepatnya di Perumahan Ramayani 4, ternyata memiliki 5 unit alat berat yang terdiri dari empat unit merek Zoomlion dan satu unit merek SDLG.
Ketika salah satu calon perental mencoba menghubungi admin atau pengurus yang diduga bekerja dengan Harianto dan dirinya menyebutkan bahwa empat unit alat berat merek Zoomlion sudah direntalkan dan bekerja diwilayah Kecamatan Pelepat. Ia juga mengatakan bahwa untuk saat ini tidak ada alat berat yang bisa direntalkan karrna alat berat merek SDLG dalam kondisi perbaikan.
“Alat berat yang akan bapak rentalkan ini mau bekerja dimana? Saat ini alat berat bagus sudah dipakai perental untuk PETI dan yang SDLG masih dalam perbaikan,” terangnya, Selasa (07/07/2027).
Lantas ketika ditanya berapa biaya rental untuk satu unit alat berat, dirinya menjawab bahwa untuk satu unit alat berat bisa dirental dengan harga Rp. 150 Juta/bulan.
“Rentalnya sekitar Rp. 150 juta untuk satu bulan bang. Jika abang memang mau merental alat berat, tunggu alat berat yang lagi diservis bagus,” paparnya pula.
Sementara itu, bebas dan amannya pengusaha alat berat yang merentalkan alat berat milik mereka untuk bermain PETI, nampaknya tidak terdeteksi oleh Aparat Penegak Hukum (APH).
Pergerakan alat berat diwilayah Hukum Pelepat sampai saat ini sudah membludak dan sudah sangat menjamur, akan tetapi pihak Polsek Pelepat nampaknya tidak bergeming dan diduga memilih diam melihat aktifitas – aktifitas PETI di wilayah Pelepat. (tim)






