Bos Dompeng Bebas Main Ilegal Dekat Asrama Brimob, Warga Minta APH Turun Razia

oleh -27 Dilihat
oleh

Bungo, Berita24jam.com – Keberanian pelaku – pelaku ilegal yang selalu melakukan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo, patut diacungi jempol. Para pelaku PETI yang menggunakan Dompeng seakan merasa kebal hukum sehingga dengan berani melakukan aktifitas ilegal tak jauh dari asrama Brimob yang berada di Kampung Tembang Cucur, Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani.

Informasi yang diterima awak media, tak jauh dari Asrama Brimob terdapat sekitar 7 unit Dompeng yang sudah cukup lama beroperasi, namun sampai sekarang tidak ada tindakan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Ironisnya, tidak hanya melakukan aktifitas ilegal saja, beberapa waktu lalu sempat beredar kabar bahwa aktifitas PETI diwilayah itu diduga juga telah memakan korban jiwa, namun tidak juga mendapat perhatian atau penanganan baik dari pemerintah Kabupaten ataupun pihak berwajib.

Salah satu narasumber yang tidak mau namanya disebutkan dalam berita ini mengungkapkan bahwa tujuh set Dompeng yang ada didekat asrama Brimob bekerja ditanah diduga milik H. Amri.

Selain ada aktifitas Dompeng, disana juga ada satu unit alat berat merek Hitachi yang melakukan pengupasan untuk memudahkan pelaku – pelaku Dompeng dalam beraktifitas.

“Pemilik tanah menerima fee 20% dari setiap penghasilan yang diperoleh oleh pelaku ilegal. Kabarnya Dompeng itu ditanah diduga milik H. Amri,” ujar Narasumber.

Tidak hanya mengeluarkan fee untuk pemilik tanah, narasumber juga menyebutkan bahwa masih ada 5% fee yang harus dikeluarkan oleh pelaku ilegal yang mana itu dikabarkan untuk uang keamanan.

“Ada juga kabarnya uang keamanan sekitar 5 persen, namun kemana dan siapa yang mengakomodir itu tidak diketahui,” paparnya pula.

Menjamurnya PETI dengan menggunakan Dompeng didekat asrama Brimob menurutnya akan sangat berdampak negatif dan jika hal ini tidak ditanggapi atau disikapi oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo, maka tidak menutup kemungkinan kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan PETI akan merosot.

“Kami minta pemberantasan PETI jangan pandang bulu dan kami berharap Bapak Kapolres Bungo bisa turun ke Tembang Cucur melihat langsung aktifitas ilegal dan melakukan razia,” tutupnya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *