Peran Guru BP dan Dinas Pendidikan Penting Menekan Kenakalan Remaja Khususnya Aksi Geng Motor

oleh -8 Dilihat
oleh

JAMBI – Peran guru Bimbingan Penyuluhan (BP) dan Dinas Pendidikan sangat diharapkan dalam rangka memberikan edukasi menekan kenekalan remaja. Hal ini perlu menjadi perhatian agar remaja tidak terlibat dalam kelompok geng motor.

Hal tersebut menjadi diskusi menarik dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Polda Jambi melalui Ditintelkam Polda Jambi di Ruang Olympus Hotel Ratu Duo Jambi, Kamis (17/9/26).

Tema yang diusung dalam FGD kali ini “Optimalisasi Peran Guru BP dan Dinas Pendidikan Dalam Rangka Edukasi Kenakalan Remaja Genk Motor di Provinsi Jambi”.

Polda Jambi menghadirkan narasumber berkompeten dalam diskusi kali ini. Diantaranya Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini, S.Psi, M.H, Kabid GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Dr. Ilham Khalik, S.H, M.H, Kabid PUD Satpol PP Provinsi Jambi Rahmat Irsan, S. STP, M.H dan Akademi Universitas Jambi Dr. Mochamad Farisi, S.H, LL.M

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Dir Intelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo, SE mengatakan, kenakalan remaja khususnya kelompok geng motor telah menjadi perhatian publik di Jambi. Betapa tidak, aksi geng motor bukan sekedar pelanggaran kecil, tetapi sudah mengarah ke tindakan kriminal, menggunakan senjata tajam, menganiaya dan meresahkan masyarakat.

Dikatakan Yuli Haryudo, Data Januari sampai dengan Agustus 2026, sebanyak 7 kasus geng motor di Jambi, dengan korban 2 orang meninggal dunia.

Yudo mengatakan, sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Guru Bimbingan Penasehat atau Bimbingan Konseling (Bp/Bk) bersama Dinas Pendidikan merupakan benteng utama dalam mendeteksi secara dini perubahan perilaku siswa.

Terpisah, Kabid GTK Dinas Pendidikan Prov. Jambi Dr. Ilham Khalik, S.H, M.H salam materinya menegaskan, penanganan kenakalan remaja membutuhkan pendekatan edukatif sebelum Penegakan Hukum.

Ada tiga langkah strategis Dinas Pendidikan dalam menjaga Lingkungan sekolah aman dan kondusif. Yakni formulasi kebijakan dan SOP sekolah aman, penguatan kurikulum karakter & ekstrakurikuler, monitoring & evaluasi kedisiplinan berkala.

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini, S.Psi, M.H memamparkan, dalam prinsip perlindungan anak diutamakan pendekatan non diskriminasi, kepentingan terbaik baik bagi anak, hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan dan mendengarkan pendapat anak.

” Penyebab kenakalan remaja ada dua, faktor internal bisa dipicu krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sementara faktor eksternal kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua, minimnya pemahaman tentang agama dan pengaruh dari lingkungan sekitar,” kata Asi Noprini.

Dampak kenakalan remaja yang menonjol, prestasi belajar menurun karena kurang fokus pada sekolah dan lebih banyak melakukan kegiatan negatif. Masa depan terganggu karena perilaku seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, atau tindakan kriminal dapat menimbulkan masalah hukum.

” Kesehatan fisik dan mental terganggu, terutama jika terlibat dalam perkelahian, narkoba, atau pergaulan bebas. Hubungan sosial menjadi buruk karena remaja dapat dijauhi teman atau mendapat pandangan negatif dari masyarakat. Sulit mengendalikan diri karena terbiasa melakukan perilaku yang melanggar aturan,” jelasnya.

Kabid PUD Satpol PP Provinsi Jambi Rahmat Irsan, S. STP, M.H menambahkan faktor faktor yang mendorong keterlibatan remaja baik itu faktor sosial dan psikologis, faktor lingkungan.

Satpol PP juga terlibat dalam edukasi kenakalan remaja dan genk motor, baik dalam deteksi dan pencegahan, pengamanan, serta pembinaan dan penyuluhan.(*/nik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *