Cucunya Disebut Meninggal Bunuh Diri, Sang Kakek Tak Terima

oleh -7 Dilihat
oleh

SAROLANGUN – Suasana duka masih begitu terasa di rumah sederhana milik Aidir, yang berada di Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin. Sejak kabar meninggalnya sang cucu, Dimas (20), di sebuah pondok dompeng di Desa Pulau Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, keluarga seolah belum mampu menerima kenyataan pahit yang datang begitu tiba-tiba.

Di mata Aidir, Dimas bukan sekadar cucu. Sejak ibunya meninggal dunia, pemuda itu lebih banyak menghabiskan hari-harinya bersama sang kakek. Kehilangan tersebut menjadi pukulan yang begitu berat bagi keluarga.

Dengan mata berkaca-kaca, Aidir mengenang Dimas sebagai sosok yang pendiam, santun, dan tidak pernah membuat masalah.

“Dari kecil sampai tamat MTS, tidak ada sedikit pun gangguan jiwa. Dimas dikenal sebagai anak yang sangat baik, pendiam, dan penurut,” tutur Aidir saat ditemui awak media di kediamannya.

Pernyataan itu disampaikan untuk membantah informasi yang beredar bahwa cucunya memiliki riwayat gangguan jiwa. Menurut Aidir, selama bertahun-tahun hidup bersama, ia tidak pernah melihat tanda-tanda yang mengarah pada kondisi tersebut.

Keluarga juga meluruskan isu yang berkembang mengenai keberadaan seorang perempuan di lokasi kejadian. Mereka menjelaskan perempuan tersebut merupakan kakak sepupu Dimas yang memang bekerja sebagai juru masak di lokasi dompeng, bukan seperti berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat.

Di tengah kesedihan yang mendalam, Aidir berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Ia meminta aparat kepolisian mengungkap penyebab kematian cucunya berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan.

“Saya minta polisi usut sampai tuntas dan lakukan autopsi. Saya ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada cucu saya,” ujarnya dengan suara lirih.

Dimas diketahui tinggal bersama kakeknya setelah sang ibu meninggal dunia, sementara ayahnya telah menikah kembali. Bagi keluarga, kepergian Dimas meninggalkan luka yang sulit diobati sekaligus banyak pertanyaan yang hingga kini belum terjawab.

Sementara itu, pihak Polsek Batang Asai menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung. Seluruh barang bukti telah diamankan dan polisi masih melengkapi berkas penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian Dimas. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan secara resmi.

Sementara itu, Camat Batang Asai, Hj Asmiati, mengaku belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut. Hal ini dikatakannya, saat ditemui awak media di sela kegiatan Sosialisasi Akbar Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme di Aula Kantor Bupati Sarolangun, Jumat (7/8/2026), Camat Batang Asai mengatakan hingga saat ini pihak kecamatan belum memperoleh informasi maupun laporan resmi mengenai kejadian tersebut.

“Kami tidak tahu dan belum mendapatkan laporan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, Seorang pria berinisial D (20), warga Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin, ditemukan meninggal dunia di pondok tempatnya bekerja pada Minggu (2/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut langsung ditangani jajaran Polsek Batang Asai yang hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, SIK, MH, melalui Kapolsek Batang Asai, IPTU Sarman Kenedi, S.H., menjelaskan korban sebelumnya tiba di lokasi bersama sepupunya pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB untuk bekerja di lokasi dompeng.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam pondok tempat mereka beristirahat,” ujar Kapolsek

Sejumlah barang bukti juga telah diamankan dari lokasi kejadian. Dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, namun penyelidikan masih terus kami lakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Disamping itu, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 01.00 WIB korban sempat meminta ditemani keluar pondok. Namun sekitar pukul 03.00 WIB, saat saksi kembali terbangun, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam pondok.

“Temuan tersebut segera dilaporkan kepada rekan kerja lainnya sebelum korban dievakuasi menuju Puskesmas Batang Asai untuk dilakukan Visum Et Repertum (VER),” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *