Sarolangun,Berita24jam.com – Bupati Sarolangun H Hurmin menghadiri sekaligus melakukan launching Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bagi sekolah PAUD, SD dan SMP tingkat Kabupaten Sarolangun Tahun 2025, Selasa (01/07/2025) di halaman sekolah SMP Negeri 17 Sarolangun.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Sarolangun/Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, Plt Sekretaris Disdikbud Sarolangun Hanibar, SE dan juga para jajaran Disdikbud Sarolangun, Korwil Pendidikan se-Kabupaten Sarolangun, Pengawas Pendidikan se-Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan launching tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sarolangun H Hurmin serta penandatangan komitmen bersama dalam SPMB tingkat PAUD, SD, dan SMP yang berjalan dengan lancar.
Bupati Sarolangun Hurmin dalam arahannya mengatakan, bahwa melalui SPMB ini diharapkan kedepan tidak ada lagi sekolah yang berlebihan dan kekurangan siswa sehingga kualitas pendidikan dapat merata dan terjamin.
” Jangan ada lagi sekolah itu yang kelebihan kadang-kadang itu dengan niat baik enggak enak ini keluarga, ini kawan karena kasihan namun akibatnya dengan kita akhirnya, Jadi jangan ada lagi yang berlebihan kuota,” katanya.
Hurmin mengaku banyak menerima laporan adanya permasalahan para orang tua yang mengeluhkan tidak bisa memasukkan anaknya ke sekolah padahal lokasinya sama dengan tempat tinggal atau alamatnya.
” Sebaiknya memang yang di zona di situ ya di situlah, kadang-kadang di kasang melintang, pangkal Bulian tetapi mau di masuk ke SMK 1 sementara tidak ada zonanya di situ ada kasihan gitu ini untuk perhatian kedepan,” katanya.
Hurmin juga meminta kepada segenap para guru kedepannya untuk melaksanakan tugas pembelajaran dengan tulus dan ikhlas untuk mengajar para peserta didik. Karena tugas guru ini adalah tugas yang mulia, yang tidak menutup kemungkinan akan menjadi pahala yang tidak putus.
” Sama-sama kita tahu dengan aturan yang ada itu anak muridnya sekarang ini kadang-kadang di luar kontrol, kadang-kadang itu sakit emosi sehingga marahi murid dan Ini orang tua melapor ini,” katanya.
” Jadi memang untuk kesabaran, sebenarnya aturan inilah yang membuat kita agak ribet dalam mendidik anak, sebenarnya perlu kita duduk bersama kita sebenarnya kesepakatan, itu sebagainya kita ini kan ada adat istiadat, perlu kesepakatan mungkin yang tidak melanggar dengan aturan yang lebih tinggi ke depannya itu buat kesepakatan antar guru dengan sekolah dengan wali murid,” pungkasnya.(adv)






