Diduga, Ada Oknum di PT SAL Mainkan Harga TBS Sawit Bersama Loading Bejo

oleh -131 Dilihat
oleh

Bungo, berita24jam.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) diwilayah Kuamang Kuning tepatnya kecamatan Pelepat dan Pelepat Ilir khususnya di Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) PT SAL diduga dipermainkan oleh oknum pihak tertentu.

Pihak perusahaan PT SAL diduga memberikan keistimewaan secara berlebihan kepada salah satu pengusaha Loading Ramp Sawit sehingga diduga ada permainan antara oknum pihak perusahan dengan Bejo yang merupakan bos besar Loading sawit di Pelepat dan Pelepat Ilir.

Berdasarkan penelusuran wartawan dilapangan, harga TBS di Loading Ramp Sawit di Kuamang Kuning tidak sama dan anehnya hanya Loading – Loading Sawit milik Bejo yang menawarkan harga cukup tinggi dibandingkan loading yang lain.

“Harga beli di Loading Bejo bisa tinggi dari harga Loading – Loading lain. Hal ini selalu jadi pertanyaan dan kaitannya dengan oknum petinggi di pihak perusahaan PT SAL yang diduga ikut memainkan harga TBS,” ujar salah satu pengusaha Loading Ram Sawit di Kuamang Kuning.

Tidak hanya tinggi, pengusaha Loading tersebut juga menyebutkan bahwa harga beli di Loading Bejo bisa sama dengan harga TBS di PT SAL, padahal loading Ram milik Bejo tersebut sangat jeluas menjual sawit ke PT SAL.

“Kami menduga ada oknum-oknum nakal di PT SAL yang ikut memainkan harga TBS bersama Bejo. Untuk saat ini, perbedaan harga sekitar Rp50 sampai Rp150/kilonya,” ujarnya.

Dengan adanya perbedaan harga TBS antara Loading Bejo dengan loading lain, pengusaha Loading di Kuamang Kuning meminta agar pemerintah kabupaten Bungo bisa turun dan menertibkan harga TBS agar tidak ada lagi mafia-mafia yang mempermainkan harga TBS yang tentu menjerat leher masyarakat.

“Kami mohon kepada Bupati Bungo dan Aparah Penegak Hukum bisa turun menertibkan permainan-permainan harga TBS di Kuamang. Monopoli harga TBS di PT. SAL ini diduga sudah berjalan sekitar 6 tahun belakangan ini dan kami mohon pak bupati atau dinas terkait agar bisa sidak langsung ke PT SAL maupun ke loading Bejo,” harapnya.

Sayangnya, saat berita ini diterbitkan, Humas PT SAL saat dihubungi via pesan WhatsApp belum memberikan jawaban. (ting)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *