SMKN 1 Sarolangun Didik Siswa Berbisnis Digital Desain Bangunan

oleh -75 Dilihat
oleh

Foto :Salah Satu Hasil Desain SMKN1 Sarolangun
Sarolangun,Berita24jam.com -Lulusan SMK jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) memiliki peluang besar untuk membuka usaha di bidang jasa desain yang berkaitan dengan bangunan. Usaha ini dapat memanfaatkan keterampilan menggambar teknik, pemodelan 3D, dan perhitungan biaya yang telah dipelajari. 

Dan SMKN 1 Sarolangun, telah membuat kegiatan kewirausahaan Desain Bangunan, salah satunya ada Kegiatan Animasi desain 3D.

Kepala Sekolah SMKN 1 Sarolangun, Imam Khomsun,S.T.,M.Pd mengatakan, bahwa sekolah yang di pimpinnya, saat ini memiliki jurusan bangunan dengan project desain bangunan 3D.

“Kita memiliki guru yang berkompeten di bidang bangunan, mulai dari menggambar bangunan berbentuk animasi 3D sampai menghitung biaya,”kata Imam Khomsun.

Salah satu bukti para siswa mampu dalam menggerjakan project bangunan tersebut, yakni dengan di bukanya kewirausahaan di SMKN 1 Sarolangun di bidang jasa bangunan.

“Kita juga membuka kegiatan kewirausahaan di bidang bangunan yang di pimpian oleh pak Manasye Damanik selaku guru bidang studi nya,”ungkap Imam Khomsun.

Ditempat terpisah, Manasye Damanik,S.Pd, guru bidang studi bangunan mengatakan, kewirausahaan SMKN 1 Sarolangun berkaitan dengan bidang studi yang diajarkan.

“Kewirausahaan di SMKN 1 Sarolangun saat ini sudah berjalan. Salah satunya, yakni menggerjakan project mendesain TK Nommensen Sarolangun. Hal ini dilakukan setelah ada masuknya proposal pengajuan dan berbagai pembicaraan dengan pihak yayasan,”kata Manasye Damanik.

Disampaikan Manasye, adapun kegiatan pembicaraan dengan hasil rapat bersama pihak yayasan Nommensen,direncanakan pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap bersama pihak Kegiatan Wirausaha Desain 3d.

“Rencana ke depannya bukan hanya 3 dimensi,tetapi juga 2 dimensi beserta dengan perhitungan estimasi biayanya. Ke depannya pihak Yayasan TK Nommensen akan membentuk sistem pendidikan yang luar biasa untuk anak usia dini,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *