Foto : Ilustrasi
Bungo, berita24jam.com – Razia Penambangan Emas Tanpa Ilegal (PETI) yang dilakukan oleh Kapolres Bungo diwilayah Kecamatan Bathin III Ulu, nampaknya membuat bos – bos PETI harus putar otak dan akhirnya memindahkan alat-alat berat ke wilayah Batang Uleh untuk mencari emas ilegal dan kembali merusak alam.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan ini dilapangan, puluhan alat berat dengan berbagai merek saat ini bebas dan aman mengeruk hasil bumi dengan menggunakan cara ilegal dan sampai sekarang belum tersentuh hukum.
Kepada wartawan, Warga – warga yang berdomisili di Dusun Rambah, Tebing Tinggi Uleh, Bukit Kemang dan Renah Jelmu mengaku dirugikan karena lingkungan mereka telah dirusak oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab dan mereka meminta agar aparat penegak hukum (APH) bisa turun melakukan razia.
Maraknya PETI di Batang Uleh, jika tidak ada penindakan dari Aparat Penegak Hukum, warga menyakini bahwa wilayah Batang Uleh akan menjadi Sungai Telang Jilid II.
“Setelah razia di Sungai Telang beberapa waktu lalu, kini alat berat banyak di Batang Uleh. Kami minta pak Kapolres Bungo bisa merazia dan menghentikan kegiatan PETI di aliran Batang Uleh,” sebut warga yang namanya enggan ditulis dimedia ini.
Selain alat berat semakin banyak, informasi yang beredar menyebutkan bahwa bos – bos PETI juga menyiapkan setoran – setoran khusus untuk memperlancar kegiatan ilegal yang mereka lakukan.
“Kabarnyo ado setoran dari Bos PETI, namun siapa yang menerima kami tidak tahu, namun kami berharap PETI bisa diberantas,” harap warga.
Untuk diketahui, aktifitas PETI yang semakin marak di Batang Uleh yang terletak di sekitaran Kawasan PT SKU memang menjadi alternatif khusus bagi pelaku PETI, pasalnya lokasi yang berada didalam hutan membuat keyakinan para pelaku PETI bahwa razia kecil kemungkinan akan dilakukan oleh aparat penegak hukum mengingat lokasi sangat jauh dari pemukiman warga. (Ting)






