Sarolangun,Berita24jam.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Jambi, telah melaksanakan sosialisasi inovasi website tanggap api.
Kepala BPBD Sarolangun, Solahudin Nopri mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan salah satu ancaman serius yang dihadapi Kabupaten Sarolangun setiap tahunnya, terutama pada musim kemarau.
“Penanggulangan Karhutla membutuhkan kecepatan respon, keterpaduan informasi, serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterlambatan informasi, kurangnya integrasi data, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam pelaporan dini,” kata Solahudin Nopri.
Dirinya mengatakan, sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, proyek perubahan ini mengusulkan pengembangan Website Informasi Strategis Tanggap Api (WISATA API).
WISATA API adalah sebuah platform digital berbasis website yang menyediakan informasi mengenai titik api, status penanganan, laporan masyarakat, data cuaca, serta fitur komunikasi antar pihak dalam penanggulangan Karhutla.
“Website ini dirancang untuk diakses secara terbuka oleh petugas, masyarakat, dan instansi terkait, sehingga meningkatkan transparansi dan efektivitas respon kebakaran,” ujarnya.
Solahudin menyebut, melalui WISATA API, proses deteksi dini dan respon cepat terhadap Karhutla diharapkan menjadi lebih optimal, efisien, dan kolaboratif.
Proyek ini juga mencakup pelatihan penggunaan sistem, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyusunan SOP berbasis digital. Dengan demikian, WISATA API bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital dalam manajemen kebencanaan di daerah.
“Diharapkan melalui proyek perubahan ini, Kabupaten Sarolangun mampu menekan jumlah kejadian dan dampak Karhutla secara signifikan, serta menjadi contoh penerapan teknologi digital dalam sistem tanggap darurat bencana berbasis partisipatif dan inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan kecepatan respons terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sarolangun melalui pengembangan dan implementasi sistem berbasis website yang dinamakan WISATA API (Website Informasi Strategis Tanggap Api).
WISATA API merupakan sebuah inovasi digital yang menyajikan informasi terkait titik api, potensi risiko, status penanganan, hingga laporan masyarakat terkait Karhutla. Website ini dirancang untuk dapat diakses oleh masyarakat, petugas BPBD, tim Satgas Karhutla, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai media pemantauan, koordinasi, dan edukasi.
Melalui sistem ini, informasi dari berbagai sumber seperti, laporan lapangan, dan data satelit dapat disatukan dalam satu platform yang mudah diakses dan digunakan untuk pengambilan keputusan cepat.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital ini, diharapkan penanganan Karhutla bisa dilakukan secara lebih proaktif, kolaboratif, dan transparan,” pungkasnya.(adv)






