Ilustrasi
Bungo, Berita24jam.com– Pelayanan di Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang mendapat keluhan dan bahkan hampir mengancam nyawa salah satu pasien yang berinisial R (27), warga Dusun Sungai Ipuh Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.
Informasi yang berhasil dihimpun awak media, pihak Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang diduga telah memberikan obat yang sudah kadaluwarsa kepada salah satu warga Sungai Ipuh yang mengalami gigitan ular dan kejadian tersebut tanggal 14 Juni 2026.
“Setelah sampai di Puskesmas, saya langsung masuk ke IGD untuk mendapatkan pengobatan, kemudian disuntik ABU (Anti Bisa Ular) dan perawat juga memasangkan infus. ABU tersebut sebagian di suntikan ke bagian gigitan ular dan sebagiannya dimasukkan kedalam botol infus,” Tuturnya.
Setelah beberapa waktu menerima perawatan dan pengobatan di Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang, dirinya
merasa ada kejanggalan karena infus tak kunjung berfungsi ke tubuhnya. Ia juga mengaku semakin cemas dengan kondisi badannya yang terasa semakin kurang membaik, tangan dan kaki terasa berat.
“Dada saya tiba-tiba sesak, saat itu saya tanyakan ke perawat yang memberikan obat. Namun, ia tetap mengatakan sabar dan tenang ke saya karena obatnya belum jalan,” tambahnya.
Walaupun sudah mendapat arahan dari perawat yang memberikan obat, namun tanpa disengaja dirinya mendengar perawat tersebut menelpon seseorang dan mengatakan bahwa ia salah memberikan obat dan pasien harus disuntik ulang dan ganti infus yang telah terpasang guna memberikan ABU (anti bisa ular) dan infus yang baru .
“Ternyata obat yang dikasih diduga kadaluarsa karena perawat menelpon seseorang dan menyebutkan bahwa saya harus disuntik ulang,” terangnya kembali, seraya mengatakan perawat yang mengaku telah memberikan obat kadaluwarsa juga meminta maaf dan mohon-mohon agar kejadian ini tidak sampai tau orang lain.
Disisi lain, kekecewaan terhadap pelayanan di Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang menurut salah satu sumber sudah sering terjadi. Ia juga menyebutkan korban yang mendapat obat kadaluarsa juga pernah tidak dilayani oleh perawat di Puskesmas Limbur lubuk Mengkuang dan ironisnya dirinya dulu hanya mendapat obat dari Sopir Ambulance sekitar tahun 2024 lalu.
“Beberapa tahun lalu R juga pernah digigit ular dan dilarikan ke Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang, akan tetapi saat tiba di Puskesmas tidak ada satu pun perawat dan akhirnya sopir ambulance memberikan obat anti ular dan menyuruh R mencari orang lain yang bisa mengobatinya dengan obat yang ia terima,” papar salah satu narasumber.
Atas kejadian ini, ia berharap agar pemerintah Kabupaten Bungo mengevaluasi sistem Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang agar tidak terjadi lagi hal sedemikian dengan orang lain.
Terpisah, Kepala Puskesmas Limbur Lubuk Mengkuang ketika dikonfirmasi awak media terkait keluhan dari salah satu pasien yang mendapatkan pelayanan kurang baik dan bahkan hampir merenggut nyawa, belum bisa dihubungi. Ketika dikirim pesan singkat lewat Wathsapp, pesan hanya conteng satu sampai berita ini diterbitkan (tim)






